Wabah COVID-19 di Lingkungan: Profil Mahasiswa Islam di HOTS-AEP-COVID-19 dan PEB-COVID-19

COVID-19 merugikan pelaksanaan pembelajaran di berbagai tingkatan, termasuk di perguruan tinggi Islam. Mahasiswa di universitas Islam harus menggunakan e-learning selama beberapa bulan hingga wabah COVID-19 berakhir. Mahasiswa juga dituntut memiliki Higher-Order Thinking Skills (HOTS) untuk menyelesaikan masalah. Mereka juga wajib memiliki Perilaku Pro Lingkungan (PEB) terkait COVID-19. Penelitian sebelumnya telah mengembangkan Penilaian Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi berdasarkan Masalah Lingkungan (HOTS-AEP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan elearning, HOTS, dan PEB pada siswa pada saat terjadi wabah COVID-19. Metode yang digunakan adalah deskriptif melalui teknik survei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2020. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang e-learning dan HOTS-AEP terkait COVID-19 (HOTS-AEP-COVID-19). Sementara itu, untuk mengukur PEB digunakan PEB-COVID-19. Semua instrumen dibuat menggunakan Google Form dan didistribusikan ke 137 responden melalui media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-learning secara umum efektif (27,74%) dan cukup efektif (43,07%) meskipun ditemui beberapa kendala. Hasil lain menunjukkan bahwa HOTS siswa termasuk dalam kategori kurang (26,20) sedangkan PEB dalam kategori sangat baik (84,82). Dapat disimpulkan bahwa e-learning pada saat terjadinya wabah COVID-19 telah berjalan dengan baik meskipun diperlukan beberapa inovasi. Selain itu, HOTS perlu ditingkatkan sedangkan PEB perlu dipertahankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-learning secara umum efektif (27,74%) dan cukup efektif (43,07%) meskipun ditemui beberapa kendala. Hasil lain menunjukkan bahwa HOTS siswa termasuk dalam kategori kurang (26,20) sedangkan PEB dalam kategori sangat baik (84,82). Dapat disimpulkan bahwa e-learning pada saat terjadinya wabah COVID-19 telah berjalan dengan baik meskipun diperlukan beberapa inovasi. Selain itu, HOTS perlu ditingkatkan sedangkan PEB perlu dipertahankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-learning secara umum efektif (27,74%) dan cukup efektif (43,07%) meskipun ditemui beberapa kendala. Hasil lain menunjukkan bahwa HOTS siswa termasuk dalam kategori kurang (26,20) sedangkan PEB dalam kategori sangat baik (84,82). Dapat disimpulkan bahwa e-learning pada saat terjadinya wabah COVID-19 telah berjalan dengan baik meskipun diperlukan beberapa inovasi. Selain itu, HOTS perlu ditingkatkan sedangkan PEB perlu dipertahankan.

Jika Anda ingin melindungi keluarga Anda dari serangan virus berbahaya seperti COVID-19 yang berterbangan di udara dan benda-benda yang sering di sentuh, segera hubungi jasa semprot disinfektan yogyakarta yang handal dan profesional.